Puisi Ayah

42 Sifat Seorang Ayah | Something to Share

 Jejakmu

 

 

Suara dipagi hari membangunkanku

Menghidangkan makanan untukku

Memanggilku sebutan anakku

Menikmati hidangan bersamaku

 

Pertempuran Seorang  Ayah

Ayah,,,,

Tersadung kelapnya hidup

Berlari menerpa hidup

Debu yang kau hirup

Bibir tuk kencup

Pertempuran dalam hidup bukanlah kompetisi, ucapnya

Menerjang menuju kompeten

Sungguh sulit rasanya

Korbankan Diri Demi Orang Lain

Engkau yang mencari

Orang lain yang menikmati

Berlari

Lainnya bersantai

Banyak nantikan cocok dirimu

 Tetesan Mutiara

Juang tak dipungkiri

Pengorbanan menepi

Tak pernah merasa tersakiti

Kuat ditanggapi

Alangkah menabjukkan

 Ku Terpilu Membara

berat bagimu kehidupan

menimpa beribu masalah

hingga lupa atas kehidupan

seperti para kisah

tak semestinya waktu itu merasakan

namun kalanya berperan

baik dari diri sendiri maupun lingkungan

 timbulya suatu paksaan

Aroma Jiwa Meruntuh

Semangat penuh gairah

Menutupi kegelapan

Tersenyum selalu

Walaupun kondisi memburuk

Berjalan menuju tepi pantai

Mendapat dekapan hangat

Indahnya pandangan dari alam

Alam tak biarkan kotor

Bersihkan selalu setiap datang

Terhebat kata banyak orang

Terluka karena ngomongannya

Tak satupun mengerti keadaan

Kecuali yg paham tentang dirinya

 Kokoh Patah

Teguh hati

Dalam bulian tetap teguh

Rapuh hati

Menjadi lawan tuk bangkit

Semua terbuang begitu saja

Seiring waktu berubah

Berubah cocok ayah optimis

Beban dipikul

Bergerak terus tak henti bekerja

Lupa pada dirinya

Demi anakmu rela berkoban

Ayah,,,,

Menjadi spertimu ku tak bisa

 Yang Berjiwa Tegar

Pemikiran luas

Banyak toleransi pada setiap kehidupan

Tepat mengambil keputusan

Tegas melaksanakan

Yang berjiwa tegar

Cocok seseorang Ayah

Memimpin diri sendiri lebih utama

Mudah alihkan diri sendiri

Pengalih diantara banyak orang

Tak berharap jadi utama

Maupun ulama

Terpenting jati diri

Bocah Nakal

Kata-kata manjamun membuat kesal

Bercanda timbul amarah

Dicampur aduk marah parasnya

Tertawa tersinggung

Tertawa candu

Marah parasnya dua kali lipat

Pukulan dirasakan

Tersedih menghampiri

 Dari Hati Untuk Pahlawan Hidupku

Mengobati luka

Tak terobati

Namun cari beribu cara

Sembuh ada pada dirinya

Engkau mencintaiku dengan tulus hatimu

Hingga anakmu terbawa mimpi

Hatimu mencintai ibuku

Dan rasa itu untuk selamanya

Pahlawan Terhebst

Ayah

Engkau pahlawan terhebatku

Ajarkan aku bagaimana cara jalani hidup?

Mengenai dari mana asalnya cinta

Kasih sayang yang luar biasa

Menjadi seorang simpati

Tak semudah apa yang kubanyangkan

Tetapi kamu memilikinya

Ayah

Pahlawan terhebatku

Salut dengan tingkah lakumu

Mengeluarkan keringat begitu parasnya

Demi anakmu ini

Rela terluka demi anakmu ini

Kamu katakan aku baik-baik saja

Ternyata kamu terpilu rersakiti

Hinaan begitu banyaknya menghampirimu

Sanggup menahanya

Tak banyak bicara tipe kamu

Benyak bekerja itu kamu

Bahagia perberian sederhana

Ayah

Pria terhebatku

Selalu Ada Untuk Aku

Ayah,,,,

Diam-diam memperhatikanku

Cara memasakku

Cara mengepel rumah milikmu

Cara meralpikan rumahmu

Ayah,,,

Menantiku tiap pulang sekolah

Kondisiku seperti apa

Berapa nilai kudapat

Jarkan imul diluar sekolah

Ayah,,,

Banyak pengetahuan kudapat darimu

Terluka buatku bahagia karenamu

Terpilu jarkan aku darimu

Terjatuh bangkit karenamu

 



 



 






 

 

Comments

Popular posts from this blog

4 Tipe Orang yang Tidak Sesuai untuk Berwirausaha

Motivasi Hidup dalam Terpuruk

Pendaftaran Mahasiswa Baru PTN Jalur Mandiri 2021