Puisi Ayah
Jejakmu
Suara dipagi hari membangunkanku
Menghidangkan makanan untukku
Memanggilku sebutan anakku
Menikmati hidangan bersamaku
Pertempuran Seorang Ayah
Ayah,,,,
Tersadung kelapnya hidup
Berlari menerpa hidup
Debu yang kau hirup
Bibir tuk kencup
Pertempuran dalam hidup bukanlah kompetisi, ucapnya
Menerjang menuju kompeten
Sungguh sulit rasanya
Korbankan Diri Demi Orang Lain
Engkau yang mencari
Orang lain yang menikmati
Berlari
Lainnya bersantai
Banyak nantikan cocok dirimu
Tetesan Mutiara
Juang tak dipungkiri
Pengorbanan menepi
Tak pernah merasa tersakiti
Kuat ditanggapi
Alangkah menabjukkan
Ku Terpilu Membara
berat bagimu kehidupan
menimpa beribu masalah
hingga lupa atas kehidupan
seperti para kisah
tak semestinya waktu itu merasakan
namun kalanya berperan
baik dari diri sendiri maupun lingkungan
timbulya suatu paksaan
Aroma Jiwa Meruntuh
Semangat penuh gairah
Menutupi kegelapan
Tersenyum selalu
Walaupun kondisi memburuk
Berjalan menuju tepi pantai
Mendapat dekapan hangat
Indahnya pandangan dari alam
Alam tak biarkan kotor
Bersihkan selalu setiap datang
Terhebat kata banyak orang
Terluka karena ngomongannya
Tak satupun mengerti keadaan
Kecuali yg paham tentang dirinya
Kokoh Patah
Teguh hati
Dalam bulian tetap teguh
Rapuh hati
Menjadi lawan tuk bangkit
Semua terbuang begitu saja
Seiring waktu berubah
Berubah cocok ayah optimis
Beban dipikul
Bergerak terus tak henti bekerja
Lupa pada dirinya
Demi anakmu rela berkoban
Ayah,,,,
Menjadi spertimu ku tak bisa
Yang Berjiwa Tegar
Pemikiran luas
Banyak toleransi pada setiap kehidupan
Tepat mengambil keputusan
Tegas melaksanakan
Yang berjiwa tegar
Cocok seseorang Ayah
Memimpin diri sendiri lebih utama
Mudah alihkan diri sendiri
Pengalih diantara banyak orang
Tak berharap jadi utama
Maupun ulama
Terpenting jati diri
Bocah Nakal
Kata-kata manjamun membuat kesal
Bercanda timbul amarah
Dicampur aduk marah parasnya
Tertawa tersinggung
Tertawa candu
Marah parasnya dua kali lipat
Pukulan dirasakan
Tersedih menghampiri
Dari Hati Untuk Pahlawan Hidupku
Mengobati luka
Tak terobati
Namun cari beribu cara
Sembuh ada pada dirinya
Engkau mencintaiku dengan tulus hatimu
Hingga anakmu terbawa mimpi
Hatimu mencintai ibuku
Dan rasa itu untuk selamanya
Pahlawan Terhebst
Ayah
Engkau pahlawan terhebatku
Ajarkan aku bagaimana cara jalani hidup?
Mengenai dari mana asalnya cinta
Kasih sayang yang luar biasa
Menjadi seorang simpati
Tak semudah apa yang kubanyangkan
Tetapi kamu memilikinya
Ayah
Pahlawan terhebatku
Salut dengan tingkah lakumu
Mengeluarkan keringat begitu parasnya
Demi anakmu ini
Rela terluka demi anakmu ini
Kamu katakan aku baik-baik saja
Ternyata kamu terpilu rersakiti
Hinaan begitu banyaknya menghampirimu
Sanggup menahanya
Tak banyak bicara tipe kamu
Benyak bekerja itu kamu
Bahagia perberian sederhana
Ayah
Pria terhebatku
Selalu Ada Untuk Aku
Ayah,,,,
Diam-diam memperhatikanku
Cara memasakku
Cara mengepel rumah milikmu
Cara meralpikan rumahmu
Ayah,,,
Menantiku tiap pulang sekolah
Kondisiku seperti apa
Berapa nilai kudapat
Jarkan imul diluar sekolah
Ayah,,,
Banyak pengetahuan kudapat darimu
Terluka buatku bahagia karenamu
Terpilu jarkan aku darimu
Terjatuh bangkit karenamu
Comments
Post a Comment